Ironis memang muslimah rela melepas jilbabnya
hanya untuk dipertontonkan di jejaring social. Entahlah apa alasannya, mungkin
ingin mengatakan pada dunia “inilah aku, aku cantikkan?” padahal setiap keluar
rumah selalu memakai jilbab. Melepas jilbab di jejaring social bukanlah barang
yang langka, mungkin sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah. Aurat yang sudah
terbungkus rapih di dunia nyata disediakan dengan bebas oleh pemiliknya di
dunia maya. Para pria yang tadinya tidak bisa melihat rambut para muslimah
malah diberi akses untuk benar- benar melihatnya, siapa saja dengan bebas. Jika
kita berjalan keluar rumah tanpa memakai jilbab dosa kita akan mengalir sampai
kita kembali kerumah, sama halnya dengan kita mengumbar aurat di depan umum,
ketika foto kita tanpa jilbab terpasang dan dapat di akses bebas oleh siapapun,
dosa akan mengalir walaupun ketika kita sedang tidur bahkan ketika kita sudah
mati…ya dosa jariyah… hanya karena memajang foto yang kita anggap iseng tetapi
akibatnya bukan main- main.
Ingat lelaki baik- baik untuk wanita baik- baik
begitupun sebaliknya, jadi jika ingin memikat lelaki bukan dengan cara melepas
jilbab, tapi perbaiki diri dan percantik diri tentunya juga hatinya. Nah buat
yang hobi masang foto lepas jilbab coba deh berpikir ulang lagi. Ingat
kecantikan ragawi itu takan abadi. Sayangkan kecantikan yang hanya diperuntukan
suami kelak malah disediakan gratis untuk orang- orang yang tidak berhak. Kasian
suami kita kelak karena tak ada lagi yang istimewa dari kita, bukan hanya suami
yang bebas melihat aurat kita tetapi siapapun dapat menikmatinya. Berbangglah
dengan jilbab kita, seperti seorang ratu yang bangga dengan mahkotanya. Jagalah
kehormatan kita sebagai wanita muslimah baik di dunia nyata maupun dunia maya,
seperti istri yang menjaga kehormtannya dan menjaga dirinya walau suami tidak
ada di rumah.