Jumat, 30 Maret 2012

Catatan seorang anak Adam yang sedang galau menjelang malam minggu. ^_^

Seorang temanku berkata “neng pake jilbab atuh biar tambah cantik”, tapi aku menjawab “nanti ah kalo udah siap mau menjilbabi hati dulu aja, lagian ga betah panas”, lalu temanku menjawab “panas mana dengan api neraka?”, aku jawab, ”mana ku tau, aku belum pernah jalan- jalan ke neraka, hehehehe”.
Awalnya aku memakai jilbab adalah suatu keharusan dari tempat di mana aku belajar, tapi lama- kelamaan kesadaran itu mulai tumbuh seiring berjalan waktu, kadang aku berpikir sampai kapan aku menunggu siap, jika tidak pernah mencoba kapan aku bias siap, bahkan sampai matipun kata siap itu belum tentu ada kalau tak pernah mencoba, padahal itu sebuah kewajiban untuk seorang muslimah tanpa terkecuali, kita tidak bisa memilih menjadi wanita tapi kita bisa memilih menjadi wanita baik atau wanita pengumbar maksiat. Dulu aku berpendapat “saya mau menjilbabi hati saya dulu”, padahal di dalam Al- Qur’an pun kewajiban menutup aurat pun ada. Kenapa kita selalu meminta hak padahal kewajiban saja tidak kita penuhi. Saat  aku sudah memutuskan untuk menjalankan kewajiban seorang wanita yaitu menutup aurat maka aku bukan hanya menjaga aurat, tetapi secara naluri aku mulai menjaga perkataan dan perbuatanku dari hal-hal yang buruk, bukan gengsi atau malu pada orang- orang sekitar tapi malu pada kain yang menutupi diri. Aku  belum menjadi wanita muslimah yang baik tapi setidaknya aku mau dan selalu ingin menjadi lebih baik. Walau tak jarang ada yang mencemooh tapi itu tak membuatku menjadi ragu, bagi seorang wanita bagaimana aku bias mendambakan sosok imam yang baik untuk hidupku jika diriku sendiri bukan wanita baik- baik, padahal Allah menjanjikan wanita baik- baik hanya untuk lelaki baik- baik pula. Sedangkan perbuatan baik atau buruk itu urusan makhluk dengan Tuhannya.
Mungkin yang kenal aku dari dulu sampai sekarang akan merasa heran seorang fina yang suka berantem, wanita tomboy yang membenci warna pink, dan ga pernah pake rok kecuali waktu sekolah, sekarang berubah menjadi pinkers, selalu memakai rok, dan ga pernah lagi ada cerita aku berantem. Yah selembar kain yang membuatku ingin menjadi wanita lebih baik, bukan buat orang lain tapi diri sendiri. Aku mulai nyaman dengan aku yang sekarang dan aku menikmati itu.